Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Mei 2013

Jurnal Aplikasi Pembelajaran Tenses berbasis Android 2.2


ABSTRAKSI

PEMBUATAN APLIKASI MOBILE PEMBELAJARAN TENSES BERBASIS ANDROID 2.2 MENGGUNAKAN JAVA
Kata Kunci : aplikasi mobile, android, java, belajar tenses, xml

Di era globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menunjukkan jati dirinya. Efisiensi teknologi dalam berbagai bidang, khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya melalui kecepatan dan ketepatan informasi. Aplikasi mobile merupakan sebuah aplikasi yang efisien, karena pengguna bisa mencari informasi dimana saja dan kapan saja, termasuk informasi mengenai bahasa Inggris.  Masalah terbesar masyarakat dalam belajar bahasa Inggris adalah grammar, khususnya tenses. Dalam penulisan ini, penulis membuat sebuah aplikasi yang dapat memudahkan pengguna dalam mengingat dan mengerti rumus-rumus tenses yang ada dengan cara yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan perangkat mobile berbasis Android. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih menguasai tenses. Dalam penulisan ini dibahas bagaimana cara membuat aplikasi ini dengan menggunakan bahasa pemrograman Java dan XML mulai dari pembuatan rancangan tampilan hingga penulisan coding program.


Daftar pustaka (2010 - 2012)



1.1.            Latar Belakang 
Di era globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menunjukkan jati dirinya. Efisiensi teknologi dalam berbagai bidang, khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya melalui kecepatan dan ketepatan informasi. Keadaan tersebut membuat para pembuat aplikasi berlomba-lomba menciptakan sebuah aplikasi yang berguna dan berbasis mobile.
Aplikasi berbasis mobile merupakan aplikasi yang praktis atau mudah dibawa-bawa karena dijalankan di telepon seluler. Dengan adanya fitur-fitur yang tidak lagi standar seperti pesan suara dan SMS (Send Message Service) semata, menyebabkan pertumbuhan pengguna smartphone semakin meningkat dengan sangat pesat. Dengan aplikasi mobile pengguna bisa mencari informasi dimana saja dan kapan saja, termasuk informasi mengenai bahasa Inggris.  
Masalah terbesar masyarakat dalam belajar bahasa Inggris adalah grammar, khususnya tenses. Tenses adalah bentuk-bentuk waktu dalam bahasa Inggris terutama dalam hubungannya dengan kata kerja dan kata kerja bantu. Pembelajaran dapat dipelajari dengan mudah dalam berbagai media, seperti buku, compact disk (CD), internet, dan lain-lain. Telepon seluler dapat dijadikan sebagai media alternatif lain untuk memperoleh pembelajaran mengenai tenses bahasa Inggris. Dengan adanya aplikasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Inggris, tentunya akan sangat membantu bagi masyarakat ataupun kalangan pelajar yang ingin belajar tenses. Oleh karena itu, penulis terdorong untuk merancang aplikasi mobile sederhana yang akan membantu masyarakat dalam belajar bahasa Inggris terutama tenses. Aplikasi tersebut berjudul “Aplikasi Mobile Pembelajaran Tenses Berbasis Android 2.2 Menggunakan Java

1.1.            Metode Penelitian
Metode penelitian digunakan penulis untuk mempermudah dalam penulisan. Metode penulisan yang digunakan adalah :
1.         Studi pustaka
Pada tahap ini penulis menentukan aplikasi yang akan dibuat dan melakukan studi pustaka seperti mencari informasi tentang materi yang berhubungan dengan pembuatan aplikasi baik dari buku ataupun browsing melalui internet.
2.         Studi lapangan
a.       Pengumpulan data
Pada tahap ini penulis mengumpulkan data yang diperlukan untuk merancang aplikasi ini dengan cara mendownload, memodifikasi gambar, serta kuesioner untuk mencari tahu apakah aplikasi ini dapat digunakan dengan mudah serta bermanfaat bagi pengguna. Metode perancangan aplikasi
Gambar 1.1 SDLC dengan waterfall model
Penjelasan dari tahap-tahap waterfall model adalah sebagai berikut:
1.      Perancangan sistem (system Enginering)
Perencanaan sistem dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan aplikasi. Dalam tahapan ini, ditentukan proses apa saja yang akan dilakukan sistem saat dijalankan.
2.      Analisis Sistem
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data terhadap apilkasi yang akan dibuat. Dengan cara memahami dasar dari program yang akan dibuat, diantaranya mengetahui ruang lingkup informasi, fungsi-fungsi yang dibutuhkan, dan perancangan antarmuka pemakai aplikasi.
3.      Desain atau Perancangan Sistem
Pada tahap ini, penulis merancang tampilan aplikasi dan alur program yang akan dibuat.
4.      Pengkodingan Program
Tahap ini adalah penerapan koding untuk pembuatan aplikasi. Pada aplikasi ini penulis mengimplementasikannya dalam bahasa  pemrograman yang digunakan dalam pembuatan aplikasi, yaitu Java dan XML.
5.      Uji coba dan implementasi
Pengujian merupakan tahapan terakhir. Aplikasi yang dibuat diuji coba pada perangkat mobile bertipe Android untuk melihat bug yang terdapat pada tahap implementasi.
b.      Perangkat lunak atau keras yang digunakan untuk merancang aplikasi
Pembuatan aplikasi ini, perangkat keras yang digunakan oleh penulis adalah :
1.        Intel® Core(TM)2 Duo CPU@2.10GHz
2.        Kapasitas RAM sebesar 2 GB.
3.        Harddisk 320 GB
Untuk spesifikasi perangkat lunak yang digunakan oleh penulis adalah :
1.        Microsoft Windows 7 Ultimate Red Edition
2.        Paket instalasi Android SDK dan AVD Manager
3.        JavaTM 2 SDK, Standart Edtion Version 1.6.0_18.
4.        Eclipse Galileo
Sedangkan spesifikasi perangkat mobile yang digunakan oleh penulis untuk uji coba sebagai berikut:
1.        Android Emulator pada  dekstop.
2.        Handphone berbasis Android, yaitu :
a)      Sony Ericson Live Music WT19i
-          Android Gingerbread versi 2.3.44
-          Processor 1Ghz
-          512MbRAM
-          CPU Ghz Scorpion processor
b)      Samsung Galaxy Young
-          TFT capasitive touchscreen
-          Android OS v2.3.6
-          Processor 190MB
-          RAM 290MB

Selasa, 07 Mei 2013

BIoinformatika


Bioinformatika merupakan sebuah ilmu kajian yang memadukan disiplin biologi molekul, matematika dan teknik informatika atau biasa dikenal TI. Ilmu ini didefinisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi molekul. Biologi molekul sendiri juga merupakan bidang interdisipliner, mempelajari kehidupan dalam level molekul.
Mula-mula bidang kajian ini muncul atas inisiatif para ahli biologi molekul dan ahli statistik, berdasarkan pola pikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa dibuat secara artificial melalui simulasi dari data-data yang ada. Pada bidang Bioinformatika, data-data atau tindak-tanduk gejala genetika menjadi inti pembentukan simulasi. Pada saat ini, Bioinformatika ini mempunyai peranan yang sangat penting, diantaranya adalah untuk manajemen data-data biologi molekul, terutama sekuen DNA dan informasi genetika . Perangkat utama Bioinformatika adalah software dan didukung oleh kesediaan internet.
Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi kode genetik DNA ini sangat didukung oleh teknologi informasi melalui perkembangan hardware dan soffware. Perkembangan teknologi DNA rekombinan memainkan peranan penting dalam lahirnya bioinformatika. Teknologi DNA rekombinan memunculkan suatu pengetahuan baru dalam rekayasa genetika organisme yang dikenala bioteknologi. Perkembangan bioteknologi dari bioteknologi tradisional ke bioteknologi modren salah satunya ditandainya dengan kemampuan manusia dalam melakukan analisis DNA organisme, sekuensing DNA dan manipulasi DNA.
Bioinformatika ialah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasi untuk mengelola dan menganalisis informasi hayati. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologi, terutama yang terkait dengan penggunaan sekuens DNA dan asam amino. Contoh topik utama bidang ini meliputi pangkalan data untuk mengelola informasi hayati, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan struktur protein atau pun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.
Bioinformatika pertamakali dikemukakan pada pertengahan 1980an untuk mengacu kepada penerapan ilmu komputer dalam bidang biologi. Meskipun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika seperti pembuatan pangkalan data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologi telah dilakukan sejak tahun 1960an.
Kemajuan teknik biologi molekuler dalam mengungkap sekuens biologi protein (sejak awal 1950an) dan asam nukleat (sejak 1960an) mengawali perkembangan pangkalan data dan teknik analisis sekuens biologi. Pangkalan data sekuens protein mulai dikembangkan pada tahun 1960an di Amerika Serikat, sementara pangkalan data sekuens DNA dikembangkan pada akhir 1970an di Amerika Serikat dan Jerman pada Laboratorium Biologi Molekuler Eropa (European Molecular Biology Laboratory).
Perkembangan jaringan internet juga mendukung berkembangnya bioinformatika. Pangkalan data bioinformatika yang terhubungkan melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengumpulkan hasil sekuensing ke dalam pangkalan data tersebut serta memperoleh sekuens biologi sebagai bahan analisis. Selain itu, penyebaran program-program aplikasi bioinformatika melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengakses program-program tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.

Sumber:
- http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2003/50/Bioinformatika.pdf
- http://bioinformatika-q.blogspot.com/